Cerita Islami – Menunggu (Promise) [Cerpen]

promise

Cahaya masuk lewat jendela berkaca bening, menambah cerah di wajah cantik Aira yang sedang khusyuk membacakan puisi karyanya di depan kelas. Suaranya yang lantang lalu lembut membuat siapa saja yang mendengar ikut terhanyut tak terkecuali Abas, sang ketua kelas yang populer.

Read More »

Cerita lslami – Hoax Bagian 6

Hoax

“Kamu ada kuliah di hari Ahad?” Arin melirik adiknya yang terlihat sedang terburu-buru merapikan rambutnya yang masih basah. Wanita berkulit kuning langsat itu sedang duduk santai di depan tivi sambil menikmati kerupuk bawang kesukaannya.

Read More »

Cerita Islami – Tak Bisa Kembali [Cerpen]

Tak bisa kembali

Sekiranya bukan karena hal itu, tentu aku tidak akan berada di sini. Sungguh aku tidak layak untuk menampakkan diri di hadapannya baik dulu maupun sekarang.

Aku menatap papan nama yang tergantung di depan pintu. Kubaca tiga nama dosen yang menempati ruangan di depanku saat ini dan salah satu dari tiga nama itu adalah namanya. Sebuah nama yang tidak mudah untuk terlupa.

Read More »

Cerita Islami – Hoax Bagian 5

Hoax

Arin baru saja memasukkan kembali lembaran-lembaran itu ke dalam sebuah amplom cokelat. Amplop cokelat yang diserahkan oleh Nina sebelum pulang tadi. Isinya seperti yang telah digambarkan oleh Nina sebelumnya, sebuah biodata seorang ikhwan lengkap dengan sebuah foto close up. Arin menarik nafas dalam. Apa aku benar-benar sudah yakin?

Read More »

Cerita Islami – Hoax Bagian 4

Hoax

“Hem, begitu rupanya…” Widia menghidangkan tiga cangkir berisi teh melati di atas meja makan sementara Arin duduk di salah satu kursi sambil bersandar lesu. Ia baru saja menceritakan semuanya, semua tentang kejadian yang ia alami di Banjarnegara pada wanita 49 tahun itu, ibunya.

Read More »